Surat untuk duo Ayih – Bembi

Dalam rangka #Day2 #JuliNgeblog, kali ini saya ingin menulis surat untuk 2 teman baik saya yang besok mau terbang menyapa Gunung Kerinci, Ayih & Mas Bembi 😀

***

Assalamualaikum.

Selamat malam kalian 😀

Lagi sibuk apa malam ini? => packing? koordinasi? mengumpulkan informasi? ataukah sedang berbincang santai?

Besok jadinya berangkat dari rumah jam berapa?

Semoga penerbangan dan perjalanannya lancar dan menyenangkan ya 😀

Duh! Kalian ini bikin iri saja 🙁 Banyak sekali gunung yang berhasil didaki, sedangkan aku baru bisa mendaki Gunung Bromo. Itu pun sambil ngos- ngosan kehabisan nafas dan begitu sampai atas langsung duduk meluruskan kaki. Payah ya? iya 🙁

Menyimak cerita perjalanan kalian baik langsung maupun via blog sama – sama serunya. Ada saja yang bisa ditertawakan dalam perjalanan kalian. Bahkan cerita yang “menyebalkan” akhirnya jadi lucu kalau kalian yang cerita. Penasaran, kalau jalan bareng kalian akan bagaimana jadinya 😀

Oiya, katanya kemarin Kerinci batuk – batuk kecil. Apakah dia sekarang sudah tidak apa – apa? apakah dia sudah tenang dan siap menyambut kalian disana besok? Semoga saja iya 😀

Akhir – akhir ini sering membaca twit tentang Sumatera di timeline Twitter. Rata – rata mereka sangat terkesan dengan perjalanannya. Semoga kalian juga 😀 Penasaran dengan cerita kalian selama disana. (halah, berangkat saja belum)

Selama disana, jangan lupa mandi yaaaa? Siapa tahu pas disana ketemu cewek cantik tengah malam jalan yang bisa diajak kenalan. Lumayan kan? 😉 Oiya, soal perbekalan jangan sampai terulang lagi seperti pas ke Semeru dulu hehhehhee

Kalian pulang H-min satu Ramadhan kan? Semoga selalu terjaga fisiknya jadinya pas sampai rumah bisa ikut sholat Tarawih perdana tanpa lutut gemeteran  😉

Setelah pulang dari Kerinci, kalian mau kemana? Kalau mau ke Semeru lagi, kabar – kabar. Aku mau ikut. Tapi …. misalnya cuma kuat sampai Ranu Kumbolo tidak apa – apa ya 😀 Belum bisa janji bisa sampai puncak, fisik belum dilatih nih. Lagipula nanti pasti akan memberatkan kalian, soalnya kalau kecapekan biasanya langsung bikin ulah menyebalkan hihihiihihihi.

Ayih, mas Bembi, jangan begadang sampai pagi lagi malam ini 😀

Selama disana saling mengingatkan biar gak terlewat sholatnya, ambil gambar sebanyak – banyaknya, nikmati perjalanan dan pengalaman sebaik-baiknya. Jangan lupa, yang rukun yaaaaaaa *sok menasehati*

Seperti biasa, kutunggu oleh – oleh cerita & foto – fotonya yang ciamik 😉

Sudah dulu ya? Monggo dilanjut beberesnya biar besok tidak ada perlengkapan yang tertinggal.

(Foto diambil dari fesbuknya Ayih)

11 thoughts on “Surat untuk duo Ayih – Bembi

  1. Mesti bikin ngiler asli klo dah ngeliat kawan2 pendaki menyapa langit dari puncak,… huffftttt… mentok Gunung Raung, Argopuro, Lawu, Bromo, Ijen… emboh kapan lagi bisa menikmati hawa gunung 🙁

    1. hhwwuaaa njenengan wes nang ndi2 pisan Cak. Aku biyen arep nang Ijen, batal. Hix 🙁

      Pengennya, nanjak kemana lagi?

  2. Setting: Lagi enak-enak nongkrong di belakang
    Kondisi: Nanggung. Mau ‘diudahin’ sayang. Tapi gak ‘diudahnin,’ ada orang.
    Reaksi: Kalang kabut, sambil mikirin perasaan ‘sayang’ yang barusan.

    ***

    Kayak ada yang ngucap salam. Tapi siapa ya, pagi-pagi buta begini…

    “Waalaikumsalam…”

    “Eh, ada tamu. Masuk Mu…” #eaaa

    ***

    As usual Di…

    H-1 selalu diisi dengan kegiatan tak-berkegiatan—Chaos Theory—bin binun. Ga ngerti mau ngapain. Maklum, mode “last minute man” selalu aja ON. Saking-nya ON, sampe-sampe, status Gunung Kerinci yang mau kita daki pun luput dari observasi—yang harusnya dilakukan tiap hari. Tapi mudah-mudahan untuk pendakian besok, status doi gak lagi galau. Kan kita, sudaranya, mau dateng nengok. Heee…

    Kalo mandi, itu perkara mudah. Tinggal siapin dua jari—jari telunjuk dan jari tengah—trus julurkan tangan ke arah depan. Cari genangan. Celupkan sedikit kedua ujung jari tadi. Kemudian tempelkan ujung-ujung jari tadi ke ujung-ujung bagian dalam mata kiri dan kanan. Gerakkan secara perlahan ke atas dan ke bawah. Dan akhirnya… mandi kucing selesai sudah. Mudah ya cyin. Hyuk…

    “Kalo gak ada air, gimana?”

    Gampang. Tayamum aja. 😀

    “Pulang dari Kerinci kita bedua mau kemana?”

    Kita langsung lanjut ke Argopuro dong… bila mampu. Tapi kan, udah gak mungkin banget. Kaki aja semper. Masak disuruh langsung naek ke Argopuro. Sori ya. Emang aku cowok apakah? Uhhh…

    Kayak ada yang aneh. Tapi apa ya… hmm…

    Btw. Terima kasih yaaaa untuk support-nyaaa…

    Doakan kami ya pemirsaaa… (Benteng Takeshi mode)

    Ingat! Jangan lupa SMS!

    Salam Metal–(orkes) melayu total–Selalu. m/_

    1. Wweeiiiizzz, dapet balesan surat dari mas Bembi 😀
      Kok semacam ingatan langsung memutar lagunya Jahanan – Nang Kebon yo mas Bem? Hehhehhehheee

      Jadi, mandi pun bisa ditayamum? :p
      Jangan lupa, nanti prosesi mandi kucingnya diabadikan yaaaaaaa 😀

      Sama – sama mas Bem, trimakasih juga yaaa bagi2 ceritanya.
      SMS-nya nanti dikirim via Gusti Allah ndak papa ya? Langsung nyampe 😉

    1. gunung gunung Padang apa aja Isna? Sebagai gambaran Bromo yang tingginya segitu saja aku sudah kehabisan nafas loh hahhahaha

Leave a Reply to DianRuzz Cancel reply