Perjalanan si Tante Dempul

Sebenarnya, kalau urusan rias-merias, saya sudah mulai coba-coba sejak jaman kuliah. Tentu saja, teman-teman kos yang menjadi “korban” waktu itu. Sebagai orang yang minim banget pengetahuan soal teknik make up, seringnya hasil riasan saya amburadul. Mulai dari eyeshadow yang gak kelihatan, blush on yang berlebihan sehingga berefek pipi seperti ditampar, dan belum pinter menggambar alis, sehingga bagian alis selalu dilewatkan begitu saja.

Mendekati semester akhir, mbak-mbak kos berbaik hati berbagi rahasia isi make up kit mereka, dan memperbolehkan saya mencoba kosmetiknya. Ada beberapa juga yang mengajari menggambar alis, soalnya alis saya tipis sekali bahkan hampir tidak terlihat. Kali lain, ada yang memperkenalkan berbagai produk lipstik yang “aman” untuk saya sebagai pemula. Tentu saja, “aman” dalam hal ini adalah soal warna, supaya jatuhnya tidak terlalu genjreng.

Begitu kembali  ke Tuban, “korban” saya berganti keluarga sendiri, mulai dari sepupu sampai keponakan. Teknik rias yang masih ala kadarnya, membuat hasil riasan juga jadi ala kadarnya. Kalau untuk urusan ke pesta, hasil riasan masih OK. Tapi kalau untuk tampilan di panggung atau karnaval, tentu saja hasil riasan saya jauh dari bagus. Sampai akhirnya, saya menjadi “murid gelap” di BLKI.

Belajar selama 10 hari selama di sana, teknik merias saya berkembang pesat. Saya jadi tahu tentang  teknik rias minimalis, rias pesta, rias malam hari, dan rias pengantin. Selain itu saya juga belajar soal hair do, dan sekarang saya sudah bisa menyanggul rambut, mulai sanggul Jawa, Jawa Modern, sampai sanggul modern.

Belakangan, saya mulai keranjingan lagi belajar ini itu soal make up. Lalu, saya pun mulai rajin menyambangi blog-blog beauty blogger dalam dan luar negeri, mengintip perlengkapan dempul dan menyimak review mereka. Dari mereka saya banyak belajar dan menjadi banyak tahu soal teknik-teknik make up termasuk aneka jenis peralatannya.

Sebelum membeli beberapa perlengkapan dempul, saya sering berburu review. Misal, saat akan membeli eyeshadow pallete yang harganya juga lumayan. Selain itu, saya jadi tahu soal shading dan kosmetik apa saja yang bisa digunakan untuk shading. Ternyata, shadding adalah teknik rias yang paling ajaib, Asal, teknik pengaplikasiannya benar, shadding  benar-benar membatu mengubah penampilan.

*Duh! Saya sudah cocok jadi beauty blogger apa belum?* #EEEEHHHHH
Karena besok si ponakan centik, Raya, akan tampil di acara perpisahan sekolahnya, jadilah hari ini saya “melemaskan jari”, latihan mendempul sebelum bertempur besok. Karena belum punya bronzer, jadilah saya menggunakan eyeshadow warna gelap untuk aplikasi shadding pipi Raya yang cempluk 😀
Kalau kata temen saya, Shinta, riasan ini terlalu berat untuk anak-anak, karena harusnya pake riasan a la Korea. Tetapi, menurut saya ini pas soalnya riasan ini untuk riasan panggung, dan besok Raya jadi paramandani, jadi riasan harus tegas supaya tidak “kalah” dengan bajunya yang warna-warni.
Lupakan soal (ujung) alis yang kepanjangan, hehehhhehee, hasil riasan saya tidak terlalu mengecewakan kan?  😀

 

Yaya & Temannya @ Acara Perpisahan Sekolah

11 thoughts on “Perjalanan si Tante Dempul

    1. iya bang Jampang. Jadi kliatan jauh lebih dewasa ya kalo di foto? hihihiiihi
      Dan kalau dilihat2, wajahnya kok jadi mirip Ryanni Djangkaru #Eh

    1. Hahahhahhaaa iya Ay. Dia ini termasuk yang make-up-genic 😆

      Cuma dirias bagian mata, hasilnya sudah jauh beda. Tapi “kekuatan” wajahnya Raya ini memang ada di mata sih.

    1. Alhamdulillah jadwal ndempulnya lumayan padat bulan ini, soalnya lagi musim perpisahan sekolah ^_^
      Soal income, kucuran income dr dempul mendempul ini bia banget bikin senyum2 & khilaf belanja perlengkapan dempul lagi #Eh

      Oiya bang Moersalin, kok skrg musti approve dulu ya? Biasanya kan langsung muncul komennya

      1. wah, gak tau juga, mungkin ada salah setting ya? tapi kawan2 lain langsung muncul aja tuh…

        selamat atas rezeki ngedempulnya, jangan terlalu tebat2, banyak abis modal dan gk indah kalau difoto 🙂

    1. mau didempul cantik apa dempul ganteng?
      Hahahhahaa lapak sebelahku rodo heboh wingi, pas aku genti foto profil 😆

Leave a Reply