Merinding di El Tari

IMG_20140201_144423

Biasanya, di ujung sana terlihat deretan perbukitan yang menghijau dan berlatar langit biru cerah, tapi hari itu yang  tampak hanya warna putih.

Biasanya, diluar pintu ruang tunggu ini terlihat para pegawai bandara berseliweran, baik yang mengangkut barang ke pesawat, maupun yang mengambil barang dari pesawat, tapi hari itu landasan sepi. Semua memilih berada di dalam ruangan.

Biasanya ruang tunggu ini cukup ramai dengan suara orang-orang yang duduk di dalamnya, baik yang sedang berbincang dengan teman sebelah maupun yang menerima telepon, tapi hari itu suasana agak sepi walaupun ruang  tunggu penuh. Sebagian besar orang  yang ada di sana lebih memilih diam sambil memandang keluar jendela.

Ya, hari itu hujan turun sangat deras di Bandara El Tari Kupang.

Jika untuk sebagian orang, hujan menghadirkan suasana romantis bahkan melankolis karena teringat mantan atau pujaan hati yang jauh di sana,  hujan hari itu memunculkan kekhawatiran dan sedikit ketakutan bagi kami yang ada di ruang tunggu El Tari. Kombinasi hujan deras dan angin kencang membuat kami semua merasa was-was, khususnya untuk penderita Aviophobia seperti saya.

Cuaca buruk ini berlangsung cukup lama. Pesawat yang hendak mendarat pun tidak mau mengambil resiko saat cuaca buruk. Pesawat yang bersiap take off juga menunda penerbangannya, menunggu cuaca lebih bersahabat dan memungkinkan untuk dilakukan penerbangan.

Ada satu  kejadian yang membuat saya dan beberapa penumpang merinding. Saat itu ada satu pesawat yang bergerak mundur dan bersiap take off mendadak berhenti di tengah jalan dalam posisi melintang, karena hujan semakin deras dan angin bertiup semakin kencang.

Di sebelah, ada seorang bapak yang sedang menenangkan istrinya. Sepertinya si ibu agak ketakutan ketika melihat hujan di landasan. Untuk menenangkan diri, saya berkirim pesan ke adek via Whatsapp. Beberapa menit kemudian, balasan dari adek pun sampai. Dia mengabarkan, di rumahnya baru saja terjadi Angin Puting Beliung yang menerbangkan sebagian atap rumah 🙁

Setelah menunggu setengah jam, cuaca kembali bersahabat. Pesawat yang sempat berhenti tadi langsung bersiap take off, disusul pesawat lain dari maskapai berbeda. Tidak berselang lama, pesawat yang akan saya tumpangi ke Surabaya juga mendarat di El Tari.

Syukurlah hari itu penerbangan berlangsung lancar tanpa turbulensi, Jika dan hanya jika, Kupang – Surabaya dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama 3 jam, pasti saya lebih memilih menyisir jalan dengan resiko terkena macet daripada harus dagdigdug di udara.

I really love to travel, but really hate to fly …

26 thoughts on “Merinding di El Tari

  1. Pas baca di awal-awal paragraf, langsung nebak “kayaknya ini cerita horor fiksi” eeee … rupanya fakta ya mbak…. 🙂 pis v

    By the way, sekarang lagi seringnya cuaca ekstrim gini di beberapa daerah di Indonesia, mbak… jd harus hati-hati juga utk perjalanan udara …

    1. Loh Mat, iini kan memang cerita “horor”, tapi bukan fiksi hehehhhehee
      Iya, pas di Timor, beberapa hari hujan anginnya lumayan dahsyat

    1. Aku pernah Om, penerbangan malam pas cuaca buruk. Kena turbulensi beberapa kali, dan sempat sekali pesawat mendadak anjlok.
      Dan, itu penerbangan pertamaku. Makanya langsung kena aviophobia #Palmface

        1. Jalan2nya sih tetep bisa bersenang2 Om, tapi berangkat sama pulangnya itu lho.
          Ehtapi bisa bikin hati lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa #Eh

    1. Nah! Percis begitu kayaknya Om. Pesawat yg mau kutumpangi juga muter2 di udara soalnya ga bisa landing. Di landasan, anginnya super kenceng dan hujan deress

    1. Aku sudah sempet kepikiran gitu mbak. Tapi trus inget mas2 idolaku lagi sekolah pilot. Trus jadi tenang2 sendiri soalnya pilotnya pasti sudah terlatih ngadepin beginian hihihihihihii

        1. Haahhahhahahaa idolaku kan ada banyak Aaarrr, salah satunya mas pilot ini.
          Tapi kalo pujaan hati, cuma satu kok #Dijelasin

  2. Mba Dian tuh beneran phobia terbang ya ? Ngga cuma sekedar ngeri-ngeri sedap kalo pas take off sama landing aja kaya aku ? Waduuuhhh .. Kirain takutnya masih level rendah aja, Mbaaa .. ~~~

    1. Aku beeran takut terbang Zah :(( #hwwuuaaaa
      Persiapan mentalnya lumayan lama lgo zah. Kadang sampe mimpi buruk

Leave a Reply