Menikmati Sisi "instagramable" Watu Ondo Tuban

Jika ditanya tempat mana saja yang menarik untuk dikunjungi saat di Tuban, biasanya saya akan memasukkan nama Watu Ondo saat menjawab. Watu Ondo memiliki sisi-sisi yang instagramable, baik di atas tebing maupun di bagian tebingnya itu sendiri. 

Watu Ondo berasal dari kata “watu” dan “ondo”. Watu Ondo = batu tangga. Sehari-harinya, Watu Ondo digunakan oleh penduduk sekitar untuk menuju ke ladang yang berada di bawah tebing, mengangkut hasil ladang, dan mencari rumput pakan ternak. Karena viewnya yang menarik, Watu Ondo sering dikunjungi oleh banyak orang baik untuk rekreasi atau sekedar foto-foto untuk update instagram.

dsc04942-01  watu-ondo-endek-2 watu-ondo-endek-3

Sebenarnya, untuk Watu Ondo sendiri ada 3 lokasi, yaitu : Watu Ondo Dhuwur (batu tangga tinggi), Watu Ondo Sedeng (batu tangga sedang), dan Watu Ondo Endek (batu tangga pendek). Masing-masing Watu Ondo memiliki bentuk tangga yang berbeda. Watu Ondo Dhuwur tangganya berupa tangga kayu yang disandarkan pada dinding tebing. Tangga ini memiliki derajat kemiringan lebih dari 60 derajat, mendekati vertikal. Untuk menaiki tangga ini diperlukan kehati-hatian dan tenaga ekstra karena bentuk tangga yang kecil dan tidak dilengkapi fasilitas pengamanan. Watu Ondo Endek memiliki tangga dari batu dan semen dengan tingkat kemiringan yang landai. Karena itu, Watu Ondo Endek lebih mudah dilalui dan jalurnya pun lebih bersahabat.

watu-ondo-endek-4  watu-ondo-endek-6 watu-ondo-endek-1

Di mana letak Watu Ondo? 

Watu Ondo ini terletak di Kecamatan Semanding dan berjarak sekitar 8 km ke arah tenggara dari pusat Kota Tuban. Untuk Watu Ondonya sendiri merupakan jalur penghubung antara Dusun Mbogor dengan Dusun Ngendut dan antara Dusun Secang dengan Dusun Mondokan.

Papan petunjuk untuk menuju lokasi ini masih kurang memadai, sehingga jika tidak didampingi orang lokal asal jangan saya sih harus sering bertanya ke penduduk sekitar (GPS). Ancer-ancernya, sebelum pintu gerbang Pemandian Bektiharjo Semanding, ambil arah belok kiri (menuju ke timur). Karena akan menemukan banyak tikungan, lebih baik sering-seringlah mengecek GPS atau GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) 😆

Di pertigaan terakhir menuju Watu Ondo, kita akan menemukan papan petunjuk lokasi tepat di persimpangan. Jika ingin ke Watu Ondo Dhuwur, harus mengambil arah ke kiri, jika ingin ke Watu Ondo Endek, maka ambil jalan lurus. Setelah di sini, tidak ada lagi papan petunjuk lokasi Watu Ondo. Karena lokasinya berada di belakang permukiman penduduk, sebaiknya kita siap-siap bertanya ke penduduk sekitar sana.

watu-ondo-endek-10
(Watu Ondo Endek)

Kondisi jalan menuju ke Watu Ondo cukup bagus, meskipun ada beberapa bagian yang rusak. Untuk menjangkau lokasi ini, sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi baik sepeda pancal, motor maupun mobil, karena memang tidak ada angkutan umum yang melalui daerah ini.

Lokasi Watu Ondo belum dikelola sebagai kawasan pariwisata, sehingga yang ada di sana masih seadanya, termasuk lokasi parkir kendaraan. Biasanya, kami menumpang ke rumah penduduk di sekitar Watu Ondo. Untuk Watu Ondo Endek, bisa juga parkir di dekat tebing, tapi harus melalui jalan berbatu yang lumayan menguji keseimbangan.

Kalau dilihat dari foto-foto kami, Watu Ondo terlihat sangat tinggi. Kenyataannya memang titik lokasi yang kami kunjungi lumayan tinggi, tapi tidak perlu bersusah-susah treking untuk mencapai lokasi ini. Cukup berjalan kaki kurang lebih lima menit dari lokasi parkir, kita akan bisa melihat sebagian kecil Tuban dari ketinggian.

watu-ondo
(Watu Ondo Dhuwur)

Oiya, kalau di Watu Ondo Dhuwur, kita bisa mencoba menuruni tangga kayu seperti Dewi ini. Karena kemiringannya yang hampir vertikal dan tidak dilengkapi perlengkapan keamanan, perlu kehati-hatian saat menuruni tangga ini.

Watu Ondo Dhuwur
(Watu Ondo Dhuwur)

Tips Mengunjungi Watu Ondo :

  • Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat
  • Bawalah bekal makanan ringan dan minuman karena di sana (khususnya Watu Ondo Endek) tidak ada warung.
  • Pilihlah  sepatu santai yang nyaman di kaki karena kita akan melalui jalan berbatu dan jika mau bisa naik turun tangga di sana
  • Untuk swafoto, bolehlah membawa tongsis 😆
  • Jangan lupa menyapa warga sekitar, tetapi jangan juga terlalu lama mengajak berbincang beliau-beliau yang sedang membawa rumput atau hasil ladangnya dengan pikulan #dislentik #semuajugatahu
  • Karena lokasinya yang berada di pedalaman dan perbukitan, bisa jadi sinyal untuk mengakses GPS kurang bagus, jadi jangan sungkan bertanya daripada nyasar kayak saya ya

watu-ondo-endek-7 watu-ondo-endek-11 watu-ondo-endek-12

Oiya, Watu Ondo (Dhuwur) juga pernah dijadikan setting lokasi Si Bolang saat di Tuban. Karena saya belum bisa bikin video yang oke, bisa  ngintip bagian-bagian awal episode si Bolang yang ini.

25 thoughts on “Menikmati Sisi "instagramable" Watu Ondo Tuban

    1. hubungannya hanya sebatas teman #Ehgimanatadi

      Hooo brarti di Jember ada air terjun yang namanya Watu Ondo? Pantesan pas ngecek hestek #watuondo di lapak sebelah, banyak muncul foto air terjun *baru ngeh*

        1. Kalau Wali Songo, ada Sunan Bonang. Selain itu ada Ibrahim Asmorokondi juga (ayahnya entah sunan yang mana) #Duh #AnakLokalKokGini

  1. ‘endek’ itu dibacanya seperti apa, mbak. sori, tombol shift rusak jadi tidak bisa ketik tanda tanya, mohon maaf ya. memang pemandangan dari ketinggian itu keren banget. dari watu ondo ini bisa melihat laut nggak mbak. saya selalu mengingat tuban sebagai tanah putih yang dilihat dari kejauhan, dan jika dari watu ondo ini bisa tampak maka akan keren dan dramatis banget… ah pengen ke sana dah kalau nanti jalan ke tuban, hehe. semoga bisa dalam waktu dekat.

    1. Endek, masing2 pelafalan “e”-nya beda. E yang pertama dibunyikan seperti E pada ELANG, dan E yang kedua dibunyikan seperti E pada ENAK.

      “saya selalu mengingat tuban sebagai tanah putih yang dilihat dari kejauhan” <<< kalau dari laut juga terlihat seperti daratan putih yang mengambang. Inilah kenapa dulu Tuban dijuduki kambang putih. Nama ini sekarang dijadikan nama museum di Tuban.

      Kalau ke Tuban kabar-kabar yaa Gar 😀

    1. Hahahhahhahaa ini medannya ringan bangeeeettt Yan. Kamu jalan sambil cemil2 santai aja bisa loh nyampe puncak sini tanpa ngos2an. Tanya deh ke Alid 😆

        1. Sik Yan, aku tak ngguyu sik 😆 😆 😆

          Eh eh eh di sini ada banyak kuliner anti kurus lho. Alid aja sampe bolak-balik ke sini buat nyicipin.

Leave a Reply