Kisah Tentang Patah Hati …

Dulu …. saya selalu berpikir bahwa patah hati selalu disebabkan karena cinta. Benar juga, tetapi cinta kan jenisnya juga bermacam-macam. Ada cinta pada Tuhan, cinta pada orang tua, cinta pada saudara, cinta pada buku, cinta pada bidang/hal tertentu, cinta pada negara, cinta pada budaya, cinta pada produk lokal, dan tentunya cinta pada lawan jenis. Cinta pada lawan jenis (kekasih hati) adalah penyebab patah hati yang biasa kita temui dalam keseharian.

Pernahkah kalian mengalami patah hati? saya pernah, tidak sering tetapi pernah beberapa kali patah hati. Ternyata patah hati itu bisa membuat yang mengalaminya bersedih, kadang terasa sakit dan menyesakkan dada sampai-sampai mempengaruhi konsentrasi kita karena semua emosi tercurah padanya. Tidak enak ya?

Seorang anak bisa mengalami patah hati pada orang tuanya. Bisa jadi karena kurangnya perhatian, tingginya tuntutan orang tua pada anak, memaksakan keinginannya pada si anak, juga ketika anak sudah berusaha melakukan dan memberikan yang terbaik tetapi tidak juga membuat orang tuanya bangga dan menghargai prestasinya. Karena itu, ketika kita menjadi orang tua kelak, yuk menjadi orang tua yang tidak hanya tua tetapi juga bijak, tidak hanya menasehati tetapi juga mau mendengar, tidak hanya mengajari tetapi juga mau belajar pada anak. Semoga kita bisa menjadi rumah bagi anak-anak kita kelak 🙂

Seorang gadis bisa mengalami patah hati pada seorang pemuda, begitu juga sebaliknya. Kisah penuh romansa yang menyebabkan patah hati ini bisa jadi disebabkan karena kasih tak sampai, hubungan yang berat sebelah, pengkhianatan, atau juga kandasnya hubungan yang sudah dibina dalam waktu lama. Patah hati jenis ini bisa menyebabkan luka, ada yang bisa segera disembuhkan ada juga yang sampai menahun, tergantung seberapa dalam cinta dan konflik yang muncul kala itu.

Seorang sahabat pun bisa patah hati pada sahabatnya. Belakangan baru saya tahu, persahabatan pun bisa bertepuk sebelah tangan. Ketika kita menganggap seseorang itu sebagai sahabat baik kita, belum tentu orang yang bersangkutan memiliki anggapan dan penilaian yang sama pada kita. Bisa jadi dia hanya menganggap kita teman biasa saja. Bukankah sahabat itu orang yang akan berkata benar pada kita, bukan yang selalu membenarkan perkataan kita. Bukankah sahabat itu orang yang akan menegur dan meluruskan kita saat berbuat salah, bukan seorang yang hanya bisa membicarakan kita di belakang saat dia tidak senang dengan tindakan kita. Hal ini, meskipun sepele tetapi bisa menimbulkan salah paham yang pada akhirnya akan berpengaruh pada hubungan kedua orang ini.

Rumit? iya 🙂

Lalu bagaimana menyembuhkan patah hati? Saya pun masih belajar bagaimana caranya menyembuhkan sakit hati beserta luka yang ditimbulkannya. Kalau sekarang sih ketika patah hati saya usahakan untuk berdamai dengan diri sendiri dulu. Caranya, selalu bersyukur, karena Allah sudah mempersiapkan skenario terbaiknya saat menguji kita, termasuk ketika patah hati. Bagi saya, patah hati adalah salah satu cara Allah dalam mengingatkan kita, menunjukkan apa yang baik dan buruk bagi kita, memudahkan kita untuk membuat pilihan (melepaskan), dan juga mendekatkan kita padanya.

Klise? Anggaplah saja begitu …

Kalau punya saran yang lebih baik dari bersyukur, tolong beritahu saya 🙂

14 thoughts on “Kisah Tentang Patah Hati …

  1. Berarti aku sahabat yang baik ya? Soalnya aku selalu serta-merta menyemprotmu kalo lagi kesal padamu. Bwahahahaha… *ditimpuk pake tanki Pertamina*

    1. Oh! Tentu saja!!!! Kamu kan berani menyemprot, protes, ngomel kalo lagi sebal padaku, dan berani berargumen ketika sedang berbeda pendapat denganku, tapi setelah itu kita kan selalu baik-baik saja. Iiiyyaaaa kaaaannnn??? 😀

      Yang tidak baik adalah, ketika ada sahabat yg tidak suka dengan sikap kita tapi ga mau negur, malahan ngomongin dibelakang. Eh aku juga begitu ya kadang-kadang? Tapi klo aku sampai begitu, berarti aku tidak menganggapnya sebagai sahabat, melainkan dia orang yang menyebalkan hahahhahaha

  2. sakit hati yang diomongin kan bukan sakit lever ya? 😀

    Sakit hati karena patah hati, ya sudah, ikhlas-in aja, sejalan dengan waktu, ada ciptaan Allah yaitu lupa, yang akan membantu mengobati. Klise? Bukan, itu bukan klise, tapi memang jalannya harus begitu. Memang mau lari ngobat? ke dugem? Semua itu fana. Kalau perlu menangis, menangislah, tapi tidak usah berlebihan. Terlalu bersedih juga tanda bahwa kita tidak ikhlas dengan keputusan yang Allah buat. Ngadulah ke yang punya hidup ini, sholat, berdoa, sembahyang, lebih baik gitu.

    Aku pernah patah hati gak yaa ….

    1. iya, daripada ngobat sama dugem, kan mendingan bersyukur dan ikhlas, karena bisa dimulai dari diri sendiri. dari rumah, dan manfaatnya pasti.

      yes, my liver is broken hohohohohoho *dipentung fretty*

      baidewei, dulu patah hatinya sama siapa hayoooo? *enggak nanya tapi nuduh*

  3. patah hatiku bermacam-macam, Yan. mulai dari urusan cinta (masa lalu lah ya, hahaha), gagal test terakhir penerimaan BI (tes AKHIR!!!), gagal tes akhir seleksi beasiswa (oh Tuhaaan, sepertinya saya kandidat favorit buat tes akhir) sampai gagal ga jadi sekolah. tapi setiap gagal gitu trus ngadu sama Yang di Atas.. Alhamdulillah trus dikasi ‘tanda-tanda’ bahwa jalan yang sebenernya diarahin buatku itu ke sini lhoooo. dan itu baru disadari beberapa bulan atau bahkan tahun setelahnya 😀

    1. Wah! Ternyata kisah patah hatimu cukup beragam, tapi ternyata Allah (& waktu) menunjukkan bahwa kisah-kisah patah hati yang telah dilalui membawa kita pada kehidupan yang lebih seru sekarang. Alhamdulillah ya mbak mieke. Skenario Allah memang lebih indah dan sering menjadi kejutan untuk kita, manusia 😀

  4. […] Bukan hanya aku dan kamu, tetapi yang lain juga sama. Sudah pernah membaca postinganku tentang patah hati dan komentar dari mbak N1ngtyas disana? Kita semua pernah mengalaminya. Yang membuat gemas adalah, […]

Leave a Reply