Djafar Homestay, Kupang

Saat ke Kupang Januari lalu, saya benar-benar tidak mempersiapkan itinerary dan belum menentukan akan menginap dimana selama di sana. Praktis, saya pun manut saja kemana si adek, Tiok, membawa saya selama di Kupang.

Kami mendarat di Kupang saat jam menunjukkan pukul 11 malam. Tiok yang menjemput kami di bandara pun sudah menunggu dan mem-booking penginapan untuk beristirahat malam itu. Alih-alih menuju ke penginapan untuk beristirahat dan menaruh barang-barang, kami justru menuju Kampung Solor untuk mengisi perut yang mulai keroncongan.

 

Menjelang pukul satu malam, kami pun sampai di penginapan. Karena gelap, saya jadi tidak tertarik memperhatikan sekitar. Pintu gerbang setengah tertutup, namun tidak terkunci. Pegawai penginapan dengan sigap membukakan pintu begitu tahu kami ada di luar pagar.

Djafar Homestay! Itulah nama penginapan yang kami inapi malam itu. Terletak di Jl. Ade Irma No. 5 Kupang, membuat penginapan ini cukup mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Tampak Depan, Djafar Homestay

“iki oleh sekamar rame-rame?”  tanya saya pada Tiok begitu tahu dia hanya memesan satu kamar. Kata Tiok tidak apa-apa sekamar dipakai berlima, toh kami hanya semalam di sana. OK deh 😀

Esok paginya, Tiok menanyakan apa saya mau jalan-jalan ke Taman Nostalgia, karena dia tahu sekali mbaknya ini hobi keluyuran 😆

“Adoh ra?” Itu pertanyaan pertama yang  terlintas dan lalu ditanyakan. Padahal, biasanya jauh pun tak masalah. Efek pegal-pegal setelah perjalanan malam sebelumnya, dan fakta kami masih harus menempuh perjalanan darat selama 5 jam menuju Kefamenanu membuat saya agak malas mengeluarkan energi pagi itu.

Ternyata, Djafar Homestay ini dekat dengan Taman Nostalgia! Cukup berjalan kaki 10 menit sudah sampai 😀 Selain itu, juga dekat dengan terminal baru dan Museum Kupang.

***

3 hari kemudian, setelah keluyuran di Kefamenanu, saya pun kembali ke Kupang.

Sebagai orang yang mudah tersesat, apalagi saat itu saya tidak mempersiapkan itinerary, Djafar Homestay kembali menjadi pilihan untuk menginap 2 malam selama di Kupang. Faktor lokasi tentu saja menjadi pertimbangan utama. Lokasi Djafar Homestay yang dekat dengan terminal sangat membantu saat saya tersesat #Eh. Selain itu, mudahnya menemukan warung makan menjadi pertimbangan berikutnya. Apalagi saya termasuk yang mudah lapar saat malam 😆

Soal harga dan kondisi ruangan kamar, Djafar Homestay sangat bersahabat 😀 Ada tiga jenis kamar yang ditawarkan : Kamar dengan kipas angin (Rp 80.000,-/malam), kamar + AC (Rp 90.000,-), dan kamar + TV + AC (Rp 110.000,-/malam). Semuanya  kamar mandi dalam. Murah ya? 😀

Setiap kamar langsung menghadap keluar, sehingga stok udara segar melimpah di setiap kamarnya. Namun ini juga yang kadang menjadi permasalahan, khususnya ketika terjadi angin Puting Beliung saat hujan. Tempias air hujan yang terkena angin super kencang bisa menggenang sampai ke dalam kamar, masuk lewat celah di bawah pintu. Saya sempat mengalami 2 kali kamar “kebanjiran”. Tapi, itu bukan masalah untuk saya karena pegawai penginapan sigap mengepel kamar begitu saya komplen.

Ono rego, ono rupo. Karena harganya yang murah, jadi jangan berharap mendapat fasilitas seperti handuk dan perlengkapan mandi lainnya. Oiya, di kamar pun tidak disediakan selimut. Untungnya saya selalu membawa pashmina yang bisa dipakai selimutan saat tidur. Selain beberapa hal (yang bukan masalah) tadi, saya menyukai penginapan ini 😀

Walaupun tidak menyediakan perlengkapan di atas, tetapi Djafar Homestay menyediakan dapur dan perlengkapannya yang bisa digunakan oleh para tamunya, untuk membuat kopi sendiri misalnya.

Yang paling saya suka dari penginapan ini adalah keramahtamahan para pegawainya 😀 Mereka sangat informatif juga sigap saat membantu tamu-tamu. Mereka agak kaget ketika tahu saya akan keluyuran seorang diri di Kupang menggunakan angkutan umum (yang biasa disebut Oto). Salah satu dari mereka (yang  kebetulan menggunakan Oto nomor sama dengan yang akan saya tumpangi) menawarkan diri menemani jalan-jalan seharian karena sepertinya khawatir saya akan tersesat dan tidak bisa kembali ke penginapan hehhehee 😆

Ada Kak Ina, yang biasa bertugas di shif pagi atau sore. Dia yang sering menjadi teman berbincang saat di saya di penginapan.Hari terakhir saya disana, Kak Ina rela datang 3 jam lebih cepat dari shif-nya supaya bisa meminjamkan motornya untuk mengantar saya ke bandara *terharu*

“Nanti kalo mbak ke Kupang lagi, janganlupa mampir ke ruma sa di Oesapa” pesan Kak Ina saat menunggui saya berkemas di kamar.

???????????????????????????????
Ruangan dalam kamar
???????????????????????????????
Kamar mandi
???????????????????????????????
Ruang Resepsionis (tempat saya biasa merumpi)

 Bagi yang sedang berkunjung ke Kupang dan mencari penginapan murah, tidak ada salahnya mencoba penginapan ini 😀 

52 thoughts on “Djafar Homestay, Kupang

    1. Bisa banget mbak 😆
      Apalagi kalau males naik taksi atau sewa kendaraan pribadi. Bisa nginep dsini soalnya oto yg lewat lumayan banyak. Jadi bisa kmana2

    1. iya mas 😀
      Tapi kalau fotonya ples barang2ku, komentarnya beda lagi => Bagus, bersih, tapi berantakan hehhehhee 😆

  1. Kalo di Jakarta, model rumah seperti foto di atas itu, mirip kos-kosan… Deretan kamar dengan pintu yang saling berhadapan.
    Nice info sis…
    Lanjutken! 🙂

    1. Hwaaa, aku belum pernah menjejah kos2an dan penginapan yang di Jakarta.
      Kalau disana, “berburu” penginapan lagi ah.

    1. Hahhahahaa iyaaa.
      Dan penginapan2 semacam ini menyelamatkan dompetku 😆
      Wah! di Mataram juga murah2 begini? Asyiiikkk!

    1. Kalau misalnya kemalaman mau ke Atambua dan mau nginap di Kefamenanu, kabar2 yaa Zah 😀

      Ada adekku di sana 😆

  2. Mbak dian ini homestay nya murah biyanget. Resik maneh ya. Cukup lah ya klo cuma buwat bobok. Klo kekupang ta nginep disini wae wes. Jaminan mutu. *koyo2 sesuk mangkat ning kupang wae* huehehehe

    1. Hhahahhaa iyaa Sa. Sebelum2nya kan survey harga penginapan. Banyakan yg 200ribu/malam.
      Kalau gaya jalan2 kita kayak yg diceritakan Lalu, penginapan cuma buat tidur & mandi, rasanya penginapan ini cocok buat kita2 😆

      Oiya, kalau jadi nginep dsini, pilih kamarnya yg ngadep samping jangan yg depan. Soalnya lebih aman dari serangan angin hihihihii

    1. iyaaa 😀
      Waktu itu gugling2 soal penginapan di Kupang dan nemunya yg harga 150ribu keatas (kebanyakan sih 200 ribuan), dan lokasinya juga agak bikin repot klo ga bawa kendaraan pribadi.

      Untungnya temen adek merekomendasikan kesini hehehehe

    1. Iya Mi. Akhirnya kemarin nginepnya dsini ^_^
      Dapet infonya dari temen adek yg rumahnya di Kupang.

      Lumayan banget kan klo “cuma” buat tidur, mandi, dan nitip2 barang hiihihihi

    1. Masih ada kok homestay-nya ^_^
      Lokasinya deket taman nostalgia dan bisa jalan kaki/naik ojek dari terminal.

      Pas kesana, di homestay belum ada telepon kantornya. Tetapi bisa menghubungi salah satu pegawainya, Kak Ina, 0823-4059-3991

  3. Baru menginap di sini…harga naik dan tdk ada resepsionis. Hanya ibu yg punya yang jaga sepertinya jd cewek yang mendampingi lebih disebut pembantunya. Kamar kotor bekas org sbelumnya tidak diganti, ac jg dinginnya kurang untuk ukuran kupang yg sgt panas. Debu menempel di kepala tempat tidur. Air hujan masuk jg dibiarkan tidak dipel. Bner2 ga sesuai dgn keinginan. Harga skrg kipas angin tv 90 ribu dan ac tv 120) dgn tv yg tidak bisa apa2 alias rusak. Ini benar dan saya bru nginap disini. Tidak disarankan untuk menginap di sini kecuali budget super minim

    1. Makasih apdetannya Mba Angeliq. Ternyata penginapan ini sudah jauh berubah ya manajemennya. Terakhir ke sana sudah lama sekali

  4. Kalau utk sebulan bagusnya nginap dmana yaaa yg murah tapi layak utk tidur rame” krn rencananya saya mo ke kupang bln juni 2016 tp hrs super irit biaya krn pas”an.. saya bingung takut ga cukup uang..bisa tolong Bantu mbak.. makasih banyak sblmnya.

  5. Makasih mbak………aku yang orang timor juga terbantu……..kalau ad yg gak coxok sama djafar bisa ke cabanng yg satunya dekat pantai, sederetan hotel citra, depan pantai timor, cuma 100rb, cukup bersih. AC pula……..namanya RIMIFA……ada 10 room….

  6. boleh tau alamat lengkap ni penginapannya ?
    kalau gatau alamatnya yaa koordinatnya lah sbelah mana lap nostalgia gitu

  7. nih coba deh penginapan Jaya phita Guest House dekat bandara El tari……….nyaman tuh ……ndak buat dompet terkuras karena harga terjangkau……pelayanan dan fasilitasnya recomended banget…..free antar jemput bandara…….gue kalau ke kupang tidurnya disana…….ini no telpnya. 0812-3641-8181 atau 0380-8588093………..cobain aja…mantaaaaaap………..

  8. Jaya phita guest house baru aku tanya di no tsb. Diatas harga kamarnya 300rb buat 2 org 1 org 250rb……????edisi terdampar di El tari nunggu jemputan…..

Leave a Reply