#CeriTo Keempat

“Mbak Diiiaaaaannnnn” Teriak Raya sambil berlari menghambur ke kamar dan bersembunyi dari adeknya, Ibra

“Lho Ya, kok kesini? sudah belajar?”

Raya yang masih ngumpet pun menjawab “Belum. Aku dikejal-kejal ibla telus kok”

“Yaya sudah diajari apa saja di sekolah?”

“Aku diajali nulis hulup sama buk gulu”

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

“Yang ini namanya huruf A ya Ya? garis miring ke kiri, garis miring ke kanan, trus disambung garis lurus”

Raya segera melanjutkan menulis huruf A (besar) sambil melafalkan A, A, A, A

Tanpa disuruh, Raya melanjutkan menulis huruf B (besar) dan bertanya “ini hulup be ya?”

Saya pun bertepuk tangan untuk Raya, dan dia tersenyum senang lalu melanjutkan menulis huruf B (besar) ^__^

“Mbak Dian, kalo hulup C iku piye?”

Ternyata Raya masih belum mengingat sebagian besar bentuk huruf-huruf, apalagi jika ditulis dengan huruf besar. Tapi saya senang, ketika dia bingung selalu bertanya. Begitu diberikan contoh, dia bisa menuliskannya kembali dengan baik walaupun besok atau lusanya mungkin akan bertanya kembali saat disuruh menulis huruf yang sama.

Mengajari Raya, mengingatkan bahwa saya/kita pun pernah mengalami fase yang sama seperti Raya. Fase dimana pernah mengalami kesulitan saat belajar menulis dan membaca huruf. Kesulitan-kesulitan itu tidak membuat kita menyerah sampai akhirnya kita mulai bisa belajar membaca satu kata, merangkai menjadi kalimat, menyusunnya dalam satu paragraf, dan proses pun berlanjut.

Sekarang, kita bisa membaca cerpen, cerbung, novel, buku-buku non fiksi, majalah, surat kabar, berita online, blog, dan lain-lain tanpa kesulitan seperti saat pertama kali belajar membaca. Coba kalau dulu sudah patah arang untuk belajar mengeja huruf, pasti sekarang kita tidak akan bisa merasakan betapa menyenangkannya bisa membaca.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Malam itu, saya memberikan “smile” pada kertas Raya sebagai keterangan bahwa tulisan dia sudah baik dan rapi. Raya pun tertawa senang dan berlari pulang menunjukkan kertas hasil belajarnya itu pada mamahnya dirumah.

Besok-besok, belajar lagi ya Rayaaaa ^__^

6 thoughts on “#CeriTo Keempat

  1. Selama itu menyenangkan baginya, jadi inget waktu ngajarin Syafa baca dan tulis huruf waktu umur 3.5 taun, hanya karena dia senang melakukannya

    1. Iya, kalau anaknya senang, pasti belajarnya lebih semangat dan yang mengajari juga ikut semangat ^__^
      Btw, nitip salam Cubit buat Syafa hihihihihihi

  2. Tapi memang entah kenapa anak-anak usia segitu tertarik banget sama huruf dan angka. Anaknya temanku juga, tiap hari minta ditulisin huruf dan angka untuk dia “trace”. Umurnya baru 2 tahun!

  3. Nostalgila … eh, nostalgia deh. Inget ngajarin Anesh, anakku pertama, kenal huruf dan angka. Setiap pergi, kl ada billboard, pasti dia “pamer” huruf/angka yang dia tau. Nah, kl yang kedua ini, Anet, kenal huruf dan angka diajari mbakyu nya, dan belajar sendiri di iPad.

    1. Ternyata billboard bisa jadi media untuk mengajar baca tulis juga ya? Jadi keinget adek yang akhirnya bisa membaca gara-gara mainan Monopoli ;))
      Salam cubit buat Anesh & Anet ngih Mas Gebyar 😀

Leave a Reply