#CeriTo ke-20

Sebagai alumni dari HIMAGIFO, wajar bila kami selalu menyempatkan diri berfoto di sana, di sini, dan di situ ketika jalan-jalan. Jika acara jalan-jalan diikuti lebih dari 1 orang, maka wajib rasanya punya foto rame-rame sebagai “bukti” bahwa kami pernah bersama-sama menginjakkan kaki di tempat tersebut. Permasalahannya adalah kami ingin berfoto bersama tetapi tidak ada satu pun dari kami yang membawa tripod. Semuanya berbekal kamera saku. Lalu, bagaimana caranya supaya bisa foto bersama dengan semua anggota regu jalan-jalan?

Ya, tentu saja dengan mencari “pertolongan” sambil numpang kenalan 😀

Sepertinya “barter jasa” menarik untuk dilakukan saat berada di obyek wisata, seperti yang kami lakukan dengan Amy dan Uche dari Jerman … Awalnya mereka meminta tolong kami untuk memfoto mereka berdua dengan background Candi Prambanan, kemudian ganti kami yang meminta tolong mereka untuk memfoto kami berlima. Lalu setelah proses “barter jasa” kami pun berkenalan 🙂 Menyenangkan!

9 thoughts on “#CeriTo ke-20

  1. Jadi ingat, teman (beneran teman, bukan saya) yang suka “ngerjain” orang yang pacaran. Pura-pura menawarkan jasa baik untuk mengabadikan momen mereka berdua, tetapi yang difoto hanya leher kebawah, tanpa kepala. Ini pada masanya kamera digital belum ada, atau belum banyak yang punya, dan kamera hp juga belum ada, yang ada kamera analog. Jadi hasilnya tidak bisa langsung dilihat. Seharusnya mereka terkaget-kaget dengan foto yang tanpa kepala mereka 🙂

    1. wkakakakakkaakakaka, mereka cerdas 😀
      Kok dulu ga pernah kpikiran sampe sana yaaa? tiap diminta memotret, pasti motret sesuai rekuest

  2. Pakai samsung smart cameranya dooong, ada yang dual screen (bagian depannya ada lcd) juga dilengkapi remote viewfinder jadi bisa kontrol jeprat jepret kameranya pakai smartphone #JualanSihTapiIniBenerKepake

Leave a Reply