(Bukan) Surat Cinta, untuk Nenny

nenny

Hai Xena! *cuppika-cuppiki*

🙂 😀

 

Harusnya, surat ini diposting bulan Februari lalu, tapi ternyata sampai awal April suratnya belum tayang juga. Sepertinya, surat ini memang menunggu waktu yang  tepat untuk muncul di sini #halah 🙂

Kamu inget ga Nen, pas pertama kita ketemu di Lasem dulu?

Kamu adalah orang pertama yang kutemui saat di Lasem. Bahkan saat itu, aku belum tahu Ari yang mana (padahal dia yang mengundangku), eh sudah kenalan lebih dulu sama calon istrinya 😆

2 hari 1 malam di Lasem, tentunya bukan waktu yang lama, tapi ternyata cukup untuk membuat kita berteman dekat ya Nen. Ada satu momen denganmu yang sangat berkesan => saat  kita sama2 di masjid Lasem, ceceritaan tentang kamu dan Ari. Sampai sekarang, aku masih mengingat obrolan-obrolan yang  menurutku romantis itu. Serius! 😀

Cerdas, ceria, lucu, menggemaskan, puitis, melankolis, perhatian, tetapi juga tengil. Itulah yang kukenal darimu. Tapi belakangan, ada satu sifatmu yang baru aku tahu. Ternyata kamu wanita yang kuat, seperti Xena 😀

Kehilangan calon debay pada kehamilan pertama, apalagi saat itu sedang berjauhan dengan suami, tentu bukan hal yang mudah. Aku, Zizah, dan Mbak Yusmei ikut sedih mendengar kabar itu dan kami sangat mengkhawatirkanmu. Saat  itu, aku sampai ngemenke nginstall BBM di HP supaya bisa berbincang denganmu (kamu ga tau kan? kan? kan?). Syukurlah, kamu bisa melalui masa-masa sulit itu dengan baik.

Hari ini, kamu berulang tahun yang (katanya Ari) ke-17. Momen ini pasti sangat berkesan, karena ini kali pertama merayakan ulang tahun berdua dengan suami (tahun lalu Ari masih jadi calon suami).

Boleh kan aku ikut berdoa untukmu?

Semoga, di usia yang menginjak angka baru ini, kamu dilimpahi semakin banyak kebaikan, selalu sehat, dan berbahagia. Oiya, ada tambahan doa lainnya. Semoga segera “isi” lagi, makin rajin posting resep masakan yang bisa kucontek, bisa rumpi-rumpi sambil ngopi cantik denganku lagi, dan ….. kamu mau didoakan apalagi Nen? 😀

Selamat ulang tahun yaa Nennyyyyy *Muuuaacchh*

Ayo kapan kita traktiran apa dan dimana #Eh

PS: Titip salam untuk suamimu yang  tengil itu.

23 thoughts on “(Bukan) Surat Cinta, untuk Nenny

  1. aaaaakkkk mbak Diannnnn, jadi terharuuu dehhh dibuatin postingan khusus surat cinta , ini kado terindah untuk ulang tahunku yang ke 17 hari ini mbak *salim sayang* , makasih mbak wonderwoman :*

    1. Hhahahhahhaaa, kenapa kamu ikut menghitung 10 tahun lebih muda dari usia sebenarnya Yan? #ketawa gulung kuming

  2. Surat (Bukan ) Cinta eh kebalik…. (Bukan) Surat Cinta nya mbak Dian ke Xena memang sesuatu banget, jadi iri sama Nenny…
    Jadi kapan mbak dirimu kirim Surat Cinta beneran ke mas yang itu tuh *kmudian komen ini di hide* 😀 😀

        1. Hahahhahhahhahaaaa 😆
          Zizah dan Nenny, mungkin juga Ari, sudah baca lhooo. Masih bilang hoax juga? *nantang*

  3. […] sebenarnya ibumu adalah wanita yang kuat, tegas, dan pemberani. Karena itulah bu dhe menyebutnya Xena. Oiya, ibumu juga sangat pintar memasak. Kadang, bu dhe iri dengan keahliannya yang satu […]

Leave a Reply