(Bukan) Bangkok Traffic Love Story

“Tuhan menciptakan dunia begitu luas, tentu bukan tanpa maksud. The big guy up there wants us to travel all the world. See new things, explore new area, meet new people, and create new story.”

Cinta. (Bernard Batubara)

September menjadi salah satu bulan yang paling saya tunggu sepanjang tahun, karena di bulan ini pula lah saya berulang tahun. Seperti biasa, setiap momen pergantian usia saya selalu ingin melakukan sesuatu. Entah itu jalan-jalan, makan-makan, gebyur-gebyuran gelundungan di kamar, berbelanja barang yang diidamkan, atau pun menghabiskan waktu dengan gebetan teman.

Diantara sekian momen ulang tahun, yang paling berkesan adalah trip mbolang nekad bareng mbak Endah ke Bangkok. Sebenarnya saat itu belum pernah terpikir sedikit pun untuk memasukkan Bangkok ke dalam daftar destinasi yang ingin dikunjungi, karena fokusnya memang pada daerah-daerah yang lebih dekat. Berhubung “mumpung ada temen jalan“, saya pun menerima ajakan ke Bangkok.

303827_10150314387964590_169946187_n

Trip ke Bangkok menjadi sangat berkesan, bukan hanya karena bertepatan dengan momen ulang tahun, tetapi juga karena mengenalkan pada banyak hal baru. Selain tempat-tempat wisata, ada warisan budaya, orang-orangnya, dan juga makanannya yang membuat Bangkok menjadi semakin menarik.

Tujuan pertama kami begitu tiba di Bangkok adalah Khaosan Road, daerah di mana kami akan menginap selama 5 hari di sana. Datang menjelang tengah malam, apalagi belum tahu persis lokasi penginapan (Rika inn), tentunya tidak mudah. Beruntung kami bertemu orang-orang baik yang membantu menemukan lokasi Rika inn di tengah riuhnya Khaosan Road malam itu.

Selama di Bangkok, kami sempat mengunjungi beberapa lokasi sesuai itinerary, dan ada beberapa lokasi di luar itinerary karena bingung mau ngapain lagi sambil menunggu penerbangan pulang.

Museum Madame Thussaud menjadi lokasi pertama yang direkues Mbak Endah untuk kami kunjungi ketika di Bangkok. Saya yang tidak tahu Madame Thussaud itu seperti apa, langsung manggut-manggut mengiyakan. Ternyata mengunjungi museum ini lumayan seru dan berhasil menghabiskan sepertiga kapasitas memori kamera. Karena kostum yang dipakai mirip dengan dedek-dedek dari sekolah Anu yang juga mengunjungi museum pagi itu, mendadak saya jadi merasa kayak gurunya mereka *jejerin mas bule berkaus putih*  😀

293906_10150314364044590_213860117_n

Selain Museum Madame Thussaud, Grand Palace juga masuk dalam itinerary. Grand Palace memiliki bangunan-bangunan cantik yang membuat kami ingin mengabadikan setiap sudutnya lewat kamera.

317765_10150314397504590_877146199_n
319543_10150314399624590_1529119912_n

Selain bangunan-bangunannya, pengunjung di Grand Palace juga menarik untuk diperhatikan. Salah satunya adalah rombongan dedek-dedek unyu ini. Kalau bisa berbahasa Thai, pengin deh ngobrol dengan mereka 🙂

294749_10150314398429590_1619322260_n

Salah satu yang menyenangkan dari trip ini adalah bisa melihat kota Bangkok dari ketinggian di tepian sungai Chao Praya. Bangkok terasa lebih romantis menarik dari sisi ini. Saya suka melihat suasana perkotaan lengkap dengan hiruk pikuknya dan Bangkok menawarkan sesuatu yang berbeda. Andai saat itu saya sudah menonton film Bangkok Traffic Love Story, mungkin saya akan terbawa perasaan karena teringat gebetan setting ceritanya.

303912_10150314408039590_562019004_n

Omong-omong soal kuliner di Bangkok, saya harus berterima kasih pada mbak Endah karena diajak dalam trip ini 😀 Gara-gara ke Bangkok, jadi tahu kalau ketan bisa dimakan campur santan manis dan Mangga yang biasa disebut Sticky Rice *duh kemana aja Yaaaaaan?*. Awal hendak membeli, saya ragu dan eneg. Tapi begitu mencoba, Sticky Rice langsung jadi salah satu makanan favorit saya sampai sekarang.

320267_10150314396064590_1691039799_n

Selain Sticky Rice, ada Pad Thai. Lagi-lagi Mbak Endah yang memperkenalkan makanan ini (duh! sak estu. Saat itu saya gak sempet gugling apa saja yang bisa dicicip selama di sana). Berhubung lokasi gerobak penjualnya tepat di depan penginapan, jadilah Pad Thai ini jadi rujukan kalau kami bingung makan apa lagi. Eh, kok saya jadi pengin bikin sendiri di rumah, ya? *brb gugling resep*

166912_10150314360199590_2139324376_n

Ada satu lagi menjadi favorit saya >>> Es Krim Kelapa 😀

Saat berbelanja di Chatuchak Weekend Market, alhamdulillah kami tidak melewatkan es krim kelapa. Walaupun porsinya kecil, tapi ternyata lumayan juga buat menjawab rasa penasaran pada es krim ini.

318430_10150314413589590_345116981_n

Selama 5 hari di Bangkok, ada satu yang saya rindukan. Suara adzan… Akhirnya, saat hari terakhir kami memutuskan untuk mencari muslim area terdekat. Di sini, kami merasa bahwa Islam mendekatkan kami. Sapaan “assalamualaikum” yang sehari-hari terdengar biasa, menjadi luar biasa.

Saat mencari sarapan, kami bertemu dengan bapak pemilik kedai (keturunan Pakistan) yang ramah dan baik sekali. Begitu tahu kalau kami dari Indonesia dan hari itu adalah hari terakhir di sana, beliau memberi bonus pada sarapan yang dipesan. Sayangnya kami tidak mengobrol banyak dengan beliau pagi itu, karena ada  yang datang.

310819_10150314421889590_692416325_n

Sebenarnya, selain hal-hal di atas, masih banyak hal-hal menyenangkan yang ditemui selama di Bangkok, seperti pertemuan dengan dede SMA yang gantengnya mirip artis Korea membantu menunjukkan bahkan mengantarkan kami ke bus yang menuju Siam Center. Ada juga ibu polisi yang karena keterbatasan bahasa, membantu kami lewat tulisan saat kami terburu-buru pulang ke penginapan.

Ah, jadi pengin ke sana lagi #Eh

Untuk trip ke Bangkok ini, semua sudah direncanakan dan diperhitungkan sejak awal. Namun karena satu dan lain hal, kami ketinggalan promo. Jadinya, biaya untuk transportasi tidak bisa ditekan. Dan yang membuat urusan dompet makin pedih adalah saat kami tahu kalau ibu-ibu pengajian yang berangkat bersama dari Surabaya hanya mengeluarkan sepertiga dari biaya tiket PP kami *hixx*

Namun, sepertinya tidak perlu khawatir hal ini akan terulang lagi, karena sekarang info promo tiket semakin mudah diperoleh. Salah satu web yang bisa dirujuk saat mencari tiket promo adalah www.tiket2.com. Setiap harinya Tiket2.com mencarikan informasi penerbangan promo dan maskapai bertarif rendah.

promo-tiket

Selain promo tiket murah, Tiket2.com juga membantu kita menemukan tiket penerbangan termurah. Didukung database informasi yang besar tentang maskapai, bandara, dan rute di Indonesia dan Asia, Tiket2.com mampu memberikan penawaran tiket pesawat dengan harga yang bersaing.

tiket

Oiya, ada satu info lagi dari Tiket2.com. Saat ini mereka sedang mengadakan kontes bagi-bagi tiket gratis. Caranya gampang!

Cukup membuka link ini, lalu pilih ikon media sosial yang kalian gunakan (bisa Facebook, Google+, atau lainnya), lalu tekan tombolnya sehingga membuka jendela baru. Pada jendela baru sisipkan: Aku ingin pergi ke (tuliskan nama tujuan favoritmu) dengan #Tiket2Indonesia sebagai status dan kemudian… … Klik Bagikan Link!

Untuk media sosial Twitter – jangan hapus teks yang muncul – cukup tambahkan kalimat : Aku ingin pergi ke (tuliskan nama tujuan favoritmu)dengan #Tiket2Indonesia Jangan lupa dengan hashtag #Tiket2Indonesia 🙂

Mudah, kan? 🙂

Yuk berburu tiket liburan

24 thoughts on “(Bukan) Bangkok Traffic Love Story

  1. Entah mengapa, ternyata menguraikan makna tersirat dari rangka kata-kata yang dicoret itu sangat menyenangkan.. 😂😂😂

    1. Hahahahaahaha, karena beberapa kata yang dicoret itu adalah curcolan terselubung tentang masa lalu yang biarlah jadi masa laluuuuuu guyonan 😆

    1. Kalau penjual ganteng topless gak pernah ketemu Yan, tapi kalau traveler ganteng yg topless sempet ketemu #DijawabLoh

  2. Ituuu warna baju yg dipake di Madame tenan koyo seragam cah sekolahan hahaha. Trus ketemu gebetan baru nggak pas di Thailand? Tp ojo salah pilih tomboy yes. Nko kontroversi koyo seleb yen bawa pulang satu tomboy nde Tuban. Wakakaka

    1. Sampek tak bela2ni njejeri salah satu dr mereka buat mastiin warna baju kami memang mirip. Eh, ternyata beneran mirip rip riiiipp 😆

      Aku gak tertarik bawa pulang yg tomboy2 atau yg melambai, karena misi “move on” yang diemban ternyata bermanuver menjadi “move in” oleh2 yg dibawa pulang sudah berat banget

  3. Saya dulu ke Bangkok pas musibah banjir, cuma sempat ke MBK Mall, Grand Palace, udah. Mau ke Khaosan road banjir hahaha

Leave a Reply