Andai Bisa Terbang Gratis, Akan Kuhadapi Aviophobia Demi Bima dan Krisna

I really love to travel, but really hate to fly …

Sebagai penderita aviophobia seperti saya, tentunya terbang dengan pesawat bukan perkara sepele. Saya harus menyiapkan mental setidaknya H-7 sebelum terbang, supaya nanti perjalanannya bisa menyenangkan. Sebenarnya, aviophobia yang saya “derita” tidak akut, hanya saja saya sering mengalami mimpi buruk sebelum terbang, khawatir kalau pesawat gagal take off, was-was kena turbulensi, dan takut pesawatnya tergelincir saat mendarat.

Namun, tidak selamanya ketakutan itu boleh dimanjakan, termasuk takut terbang, seperti yang saya alami. Ada kalanya, saya harus menghadapi ketakutan-ketakutan terbang ini supaya rencana jalan-jalan dengan teman-teman bisa terealisasi. Saya bersyukur, pada akhirnya bisa mengendalikan aviophobia, dan pergi melihat dunia. Apakah sekarang saya masih mengalami aviophobia? Masih, hehehehehe. Tetapi, sekarang saya lebih pintar untuk menenangkan diri saat terbang 😆

“Jika dan hanya jika mendapat kesempatan terbang gratis, kamu mau kemana?”

Jika mendapat pertanyaan seperti itu, saya akan menjawab TERBANG KE KUPANG! 😀

Kenapa harus Kupang? Karena Kupang adalah lokasi terdekat yang bisa saya tuju jika mau ke Kefamenanu (ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT), untuk menemui dua keponakan lucu, Bima dan Krisna. Mereka adalah bocah kesayangan di keluarga kami.

317312_10150396707424590_1896280492_n

Gapapa nih terbang? Ga takut naik pesawat?

Kalau ditanya seperti itu, saya pasti menjawab “gapapa bangeeeet. Asalkan bisa ketemu dede Bima dan dede Krisna”. Kehadiran mereka berdua membuat keluarga kami makin semarak.  Tapi, kami hanya bisa bercengkerama dengan mereka berdua saat mereka masih bayi, karena setelah usia beberapa bulan, Bima dan Krisna akan dibawa ke Kefamenanu mengikuti kedua orang tuanya. Jadilah kalau kami kangen, hanya bisa mengobatinya dengan janjian video call atau melihat-lihat potingan foto terbaru mereka di sosmed.1012881_10201757361005248_8337526543917022486_n

10325272_10201898487453321_5131963806822534906_n

10367707_10201751545819872_6520405147528932320_n
Melihat foto-foto mereka, yang makin hari makin menggemaskan, saya pun makin kangen dan pengin nyempil ditengah-tengahnya, hehehhee

Memiliki dua ponakan yang masih kecil dan sedang lucu-lucunya, bawaannya kalau ketemu pengin menggoda sampai mereka nangis mengajak mereka bermain dan jalan-jalan.

Wisata pantai menjadi pilihan pertama saya, karena anak-anak biasanya suka sekali cebur-ceburan di pantai. Berdasarkan informasi dari adek, pantai-pantai yang ada di sepanjang daerah Wini, Kabupaten TTU (Timor Tengah Utara)  sangat indah. Salah satunya Pantai Tanjung Bastian.

Pantai Tanjung Bastian (Sumbr : Kaskus)

Pantai yang terletak dekat dengan perbatasan Indonesia – Timor Leste (distrik Oecussi) ini sangat mudah di jangkau, memiliki pantai yang biru, dan landai, sehingga aman untuk anak-anak bermain.

Selain bermain di pantai, saya juga ingin mengajak mereka berkunjung ke Maubesi, yang bisa ditempuh dalam waktu kurang  dari 1 jam dari Kota Kefamenanu. Tujuan utama saya adalah Sonaf Maubesi, sekaligus berkunjung ke keluarga ibu Mariana Yolanda Eno, pengrajin tenun yang saya jumpai tahun lalu di sana.

IMG_20140128_120728

Di rumah ibu Yolanda memang tidak ada permainan seperti jungkat-jungkit, bandulan, dan lainnya, tetapi anak-anak bisa bebas bermain dengan keponakan ibu Yolanda dan kejar-kejaran di bawah Lopo milik mereka. Sambil menunggui mereka bermain, budhe dan bundanya bisa cek-cek ombak harga kain tenun Maubesi 😆

Selain sekitar kawasan kabupaten TTU, saya juga ingin mengajak mereka ke Kota Kupang, yang berjarak 5 jam perjalanan dari Kota Kefamenanu. Kupang memiliki beberapa tempat wisata yang asyik untuk dikunjungi, seperti pantai (lagi dan lagi pantai), taman (bermain) kota, dan juga beberapa tempat jajan.

Untuk bisa merealisasikan rencana ini, terlebih dahulu saya harus terbang ke Kupang. Sebenarnya ada beberapa makapai yang melayani penerbangan dari Surabaya ke Kupang, dan Citilink menjadi favorit saya.

Harga tiket terjangkau, bagasi gratis sampai 20 kg, merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia, tepat waktu, dan pramugarinya ramah sehingga membantu saya yang menderita aviophobia  menjadi lebih tenang sepanjang penerbangan, menjadi sederet alasan kenapa saya memilih maskapai ini.

Sumber : Wikipedia
Sumber : femina.co.id

Kalau dulu, saya sering ngrepoti saudara buat mengurus pembelian tiket pesawat ke Kupang, sekarang cukup menggunakan aplikasi Traveloka dari HP, dan tiket sudah di tangan.

Didukung oleh teknologi dan desain yang efisien, Traveloka mempermudah pengguna seperti saya mencari apa yang dibutuhkan, seperti perbandingan harga, pembelian tiket, jaminan keamanan transaksi, dan menyediakan berbagai pilihan pembayaran melalui aplikasi. Selain itu, karena memiliki jaringan yang luas, Traveloka sering menghadirkan promo-promo dan harga khusus yang lebih murah dari tempat lain.

berangkat berangkat 2

Selain membantu mempermudah pembelian tiket pesawat, Traveloka juga menyediakan fasilitas pencarian dan booking hotel, tentunya juga dengan harga yang bersaing. Melalui aplikai Traveloka, kita mendapat perbandingan harga hotel, review masing-masing hotel, lengkap dengan keterangan pendukungnya, dan proses bookingnya mudah sekali.

Perbandingan harga hotel

Ketika nanti ingin mengajak para ponakan jalan-jalan di Kota Kupang, saya tidak perlu bingung lagi mencari penginapan karena sudah ada Traveloka. Saya bisa mencari hotel-hotel dengan harga yang “ramah”, mengetahui fasilitas hotel, dan keterangan lainnya, lalu melakukan pembookingan pada tanggal tertentu dan sejumlah hari yang saya butuhkan.

krinyut nama hotel

 Hotel hari ke-12 hotel pulang

Setelah mencoba dan menggunakan aplikasi Traveloka, persiapan-persiapan saya sebelum melakukan perjalanan terasa semakin praktis. saya tidak perlu lagi loncat sana-sini ke web masing-masing makapai untuk membandingkan harga. Saya juga tidak perlu repot-repot gugling untuk berburu informasi hotel dan ribet untuk proses booking, Semua bisa dilakukan dengan lebih mudah melalui Traveloka.

Duh! Jadi tidak sabar merencanakan perjalanan selanjutnya *Mengecek kalender

 

12 thoughts on “Andai Bisa Terbang Gratis, Akan Kuhadapi Aviophobia Demi Bima dan Krisna

    1. Ayooo Mi ke Kupang. Nanti sekalian bablas ke Atambu.
      Pantai2 di sepanjang rute Atambua – Mota Ain tjakeup2 bangetz

  1. Waa pantainya seru… terlihat panjang dan bersih jernih sekali Mbak. Kayaknya benar apa kata orang, kalau semakin ke timur pantai itu semakin bagus ya. Itinerarynya lengkap dan rinci terus anak-anak itu lucu banget. Semoga berhasil, semoga menang ya Mbak :hehe.

    1. Ga cuma pantainya yang bagus, Gara. Tapi langitnya juga. Terlihat lebih biru dan bersih drpd langit di sini

Leave a Reply